| pesan | Salam ketemu diforum ini, Saya prihatin sekali dengan prioritas dari pembangunan di Papua.
Saya ingin bandingakan Persipura dengan Pendidikan di Papua.
Untuk seorang Pelatih sepak bola, orang bule atau orang dari negara lain yang harus didatang dengan nilai kontrak yang kalau dihitung2, cukup untuk menyekolahkan anak papua yang ortunya tidak mampu.
Sa lihat ini tong orang Papua sepertinya terus dihiburi dengan tontonan yang dikemas semenarik mungkin dan membuat semua orang lupa akan the most essential problems currently happened in the state.
Buat sobat koki, sebelum sa keluar dari papua, masalah kemacetan yang terjadi di jayapura saat ini hanya kesadaran dari pengendara saja.
Aturan mengemudi pun tra jelas di jayapura. Lihat saja utk dapat SIM jayapura, sa tra perlu ikut test tapi sa cuman pake orang dlm saja.
Bandingkan dengan Amrik, sa harus pi ikut kursus 5 jam tentang drugs and abuses lalu pi ikut written test serta driving test.
So, the point is local gov and police should work together to solve this issues.
Terima kasih pace ko pu masukan. Salam kenal dari pace NN.
Jah Bless Us Abudantly |