| tanggal | 05-09-05 |
| pesan | Hi all, Membaca perdebatan teman2 tentang bencana alam, aku yakin miss padaido samasekali tidak menutup matanya terhadap apa yang terjadi dengan kampung halamannya,bahkan ia juga sempat stress and prihatin bagaimana nasib ortunya and saudara2nya disana, dan saat ini dia juga prihatin dengan bencana yang terjadi di usa karena itu terjadi didepan matanya (I mean, miss padaido ada disekitar usa juga).Pakomis and teman2 juga tak salah, intinya telah disampaikan oleh papuason mari kita buka mata hati kita untuk semakin mendekatkan diri pada JESUS CHRIST, Our GOD. Dan tanda2 alam yang terjadi merupakan salah satu diantara tanda2 jaman yang lain, sebagai umat kristen kita pasti telah mengetahuinya. (Tak hanya penutupan gereja or pelanggaran/ketidakadilan di Papua). Love,Faith and Hope Insos ![]() |
| tanggal | 05-09-05 |
| Lokasi | |
| pesan | Bravo Cepos. Kualitas karya jurnalistik terus meningkat. Kapan-kapan buat Editorial, dong. Trims. ![]() |
| tanggal | 05-09-05 |
| pesan | Satukan hati dan langkah menuju masa depan, jangan terjebak dengan perdebatan soal tata cara dalam agama kristen itu sendiri. Kalau Gereja di Jawa dibakar, bisa saja kita bakar mesjid di Papua, tapi janganlah itu terjadi, kita buktikan bahwa kita adalah bangsa yang beradab. Menyiarkan agama adalah hak dan kewajiban tiap agama, Namun upaya Islamisasi di Papua adalah tindak Pidana,karena sudah campur baur dengan kepentingan politik. Dalam hati kecil saya sejak lama entah benar atau tidak, bahwa Propinsi IRJABAR lahir bukan karena pertimbangan kepentingan pembangunan, namun karena pertimbangan agama dan politik, Propinsi IRJABAR lahir sebagai upaya mengimbangi Propinsi Papua dengan Mayoritas Kristennya. Saya pikir propinsi yang lahir dengan tujun sempit seperti ini malah akan jadi penyakit di kemudian hari. |
| tanggal | 05-09-05 |
| pesan | Terima kasih Persipura, ko su jawab kami pu tuntutan, walau baru separuh, ![]() |
| tanggal | 04-09-05 |
| Lokasi | |
| pesan | Saya merasa sangat terkejut dengan berita dari Pakumis dan yang dijelaskan oleh anak adat papua bahwa TNI dan Polri membakar Gereja dan rumah-rumah penduduk di Papua. Apakah Pakumis dan Sdr. Anak Adat Papua bisa memberikan kepada saya lebih konkrit tentang kebenarannya, agar saya bisa tindak-lanjuti. Bisa diemail ke:[email protected], dan beri kabar kalau sudah dikirim. Kalau sampai hal ini terjadi di tanah Papua, maka kemanakah pemerintah yang ada di Papua? apakah mereka tutup mata? mengapa tidak ada tindakan apa-apa? Sekali lagi, tolong di berikan informasi yang jelas kalau bisa dengan foto-foto aktual agar saya dan teman-teman bisa tindak-lanjuti berita ini. Terima kasih, Tuhan berkati. |
| tanggal | 04-09-05 |
| pesan | MERDEKA! Bencana alam itu cuma Tuhan yang tahu dan kita sebagai manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi salah satu point penting yang disinggung oleh PAKOMIS itu tentang penderitaan ketong punya masyarakat yang Gereja dan rumah-rumah mereka dibakar oleh TNI dan Polri. Ini bukan bencana alam sebab menurut saya ini lebih dari bencana alam karena ini pelanggaran HAM tertutup. Tugas kita sekarang itu untuk membongkar dan menunjukkan kepada dunia semua pelanggaran HAM tertutup yang selama ini terjadi di Papua melalui media massa. Saya juga turut prihatin atas musibah yang menimpah warga di Amerika. Semoga Tuhan memberikan penghiburan, kekuatan dan berkat yang berlimpah kepada mereka. |
| tanggal | 04-09-05 |
| pesan | Syalom! Thanks yach! buat informasi mu nona Padaido. kita juga harus prihatan dengan keadaan dunia ini dalam berbagai hal. saya sependapat dengan Papuason! Manusia mati dengan berbagai cara, bencana datang tanpa diduga. yang terpenting adalah apakan kita siap menghadapi kedatangan Nya ? |