pesan pribadi menamba 24-08-05 |
| tanggal | 24-08-05 |
| pesan | MERDEKA! Kawan 03, pertanyaan saya itu selama ini LMA atau PDP itu dimana? Setelah aksi A-12, apa tanggapan mereka? Kenapa LMA sebagai wadah induk tidak buat apa-apa sama sekali? dari sini pertanyaan saya yang terakhir itu, apa memang LMA masih ada? Aksi DAP bisa dianggap sebagai usaha pecah belah tapi non-aksi dari LMA dan PDP bisa juga dianggap sebagai usaha yang sama. Apa memang mereka sengaja duduk diam untuk memperkeruh situasi? Kalau memang kedua wadah ini masih ada atau masih hidup, kenapa mereka tidak keluarkan pernyataan? Saya dukung DAP karena saya dukung aksi mereka untuk mengembalikan OTSUS. Legitimasi sebuah institusi adat datang dari masyarakat adat sendiri. Sudah lama atau baru beberapa bulan saja, kalau masyarakat menilai bahwa institusi ini telah menyuarakan aspirasi mereka, dukungan itu akan datang dengan sendirinya. Kalau LMA atau PDP tidak setuju dengan apa yang DAP buat, coba mereka buat kounter-demonstrasi, biar kita bisa lihat seberapa besar dukungan masyarakat terhadap mereka. |
| tanggal | 23-08-05 |
| pesan | MERDEKA! Salah satu fungsi dari setiap institusi adat di suku-suku adalah untuk menjaga kelangsungan hidup masyarakat suku-suku tersebut. Hal yang sama juga bisa dibilang untuk DAP atau LMA atau lembaga/institusi adat lainnya. Jadi saya kira tidak salah kalau DAP juga melakukan fungsi yang sama dengan menyalurkan aspirasi masyarakat Adat Papua. DAP mungkin baru saja dibentuk tapi terobosan yang mereka buat dan keberanian mereka untuk memnyuarakan aspirasi masyarakat patut di akui dan itu kontribusi besar untuk masyarakat. |
| tanggal | 21-08-05 |
| pesan | MERDEKA! Saya rasa itu pandangan yang salah kalau kaum wanita Papua di cap sebagai kaum yang tidak tahu apa-apa. Kaum wanita Papua punya peranan besar dalam perjuangan dan saya yakin mereka juga tahu banyak tentang perjuangan ini. Kaum wanita Papua yang terpelajar juga sudah mulai banyak jadi saya kira tidak betul kalau kita anggap mereka masih bodoh dan sebagainya. Saya percaya banyak mama-mama, kaka-kaka, adik-adik perempuan Papua yang siap berkorban untuk perjuangan Papua juga. Mungkin yang sudara Petrus Sada maksudkan itu masyarakat di kampung-kampung yang tidak mengerti apa-apa tentang politik baik itu laki-laki atau perempuan atau juga anak-anak. Kalau dalam hal ini saya setuju. |