| pesan | om john, ceritanya panjang ya. Sa sambung sadikit ni. Sa terkesan denga pendapat masyarakat Amban tu. 'DALAM SEJARAH INDONESIA, KALAU MILITER IKUT CAMPUR DALAM POLOTIK BIAR DPR BICARA SAMPAI MULUT BABUSA JUGA TRA KAN TERJADI'. Ada satu hal yang baru dalam sejarah ni. Ketika sa datang ke Tim-Tim (timor leste) tahun 2000, ketemu seorang mantan kepala dinas pertanian dan menjadi DPR menjelang kemerdekaan Tim-Tim. Dia seorang beriman katolik yang baik sejauh sa kenal. sebagai abdi NKRI yang setia, ia berusaha bersama milisi pro Indonesia dalam segala hal sapai pada kebingungannya. Yaitu rencana harus menghancurkan juga gereja dan mengungsi ke indonesia, lalu kembali untuk membangun Timor baru setelah pro merdeka dibantai habis. Paitua dia mengakui bahwa hatinya brontak setengah mati karena milisi didukung tentara tuk menghancurkan gereja, tambah lagi familinya yang pro merdeka harus mati habis, tapi karena dalam sejarah indonesia yang namanya militer tra pernah kalah biar tidak benar juga kekuatan akan membenarkan diri, maka diapun ikut arus itu. Ternyata pada akhirnya dia dapat melihat sejarah baru. Kekuatan militer dapat ditaklukan oleh kebenaran, pro merdeka tra habis dibunuh,akhirnya paitua dia kembali menetap di Timor Leste. harap masih hidup di sana. Jadi begitu, pengalaman Ataruri pu ipar dorang. Dunia sekarang so baru mo..! jang takut. Syalom. Hati- hatiiii Pemekaran lawan MMMM.  |