| pesan | Tak ada kata yang tepat untuk menjelaskan semua ini, kebencian merupakan sebuah fakta yang tak terhindarkan. malu dan merasa terhina adalah bagian dari hidup yang harus dihadapi barah api seakan membakar seluruh punggungku dan menghanguskan semua sendi sendi kehidupan Demikian majunya nona Papua yang kusayangi.
sudut bumi bukan sempit lagi untuk selalu menyembunyikan telanjangnya kehidupan duniamu. aku memang secara jujur tak mampu mengurai dengan kata kata dan juga bukan hakku untuk menggenggam seluruh tubuhmu seandainya engkau pahami betap murka ini ingin membawa neraka menjemputmu ditengah soraknya duniamu, mungkin engkau bisa membisikkan makna dalam pengertian yang jernih
tahukah engkau, semua lelaki Papua berjalan dengan merundukkan kepala sambil menangis dan menyesal sesali kegagalannya menjaga bunga bunga tanah yang kian mekar dan semerbak dalam dekapan metropolitan
aku tak tahu pantaskah umpatan kebencian keluar dari mulutku? tepatkah semua makian ini mengalir pada wajahmu? namun jika kupandangi dunia ini siapakah aku ini untuk membatasi hidupmu? Masing masing manusia mencari jalannya sendiri sendiri tapi satu yang bisa kulakukan sebagai lelaki Papua dengan cinta kasihku Aku mendoakan semoga Tuhan membawamu pulang bagiku dengan hati yang tobat. |