| pesan | Hello Putra Lingkaran,
Ko benar juga, kalo batu besar di depan mata, hanya peleh tong pu pandangan saja. Tapi pace Putra Lingkaran ko tahu sa pu maksud to….?? Tapi bagaimana kalo batu besar itu ada dalam tong pu mata e…..?? tra lebih bahaya ka??
Well, kalo begitu sa pake apa yang Alkitab bilang sudah: “Mengapakah engkau melihat SELUMBAR di mata saudaramu, sedangkan BALOK di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan SELUMBAR itu dari matamu, padahal ada BALOK di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu BALOK dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan SELUMBAR itu dari mata saudaramu" (Mat 7: 3-5).
BALOK = log SELUMBAR = wood splinters = serpihan kayu yang halus, atau sawdust = ampas gergaji.
Sa pikir sama saja, memang SELUMBAR/ampas kayu gergajian atau juga SEBUTIR PASIR HALUS cukup berbahaya kalo masuk ke mata, tapi bagaimana kalo balok yang masuk mata e…?? apa tra lebih berbahaya. Well, kalo mau protes, jang protes Alkitab e…, Alkitab selalu benar.
Sebenarnya intinya, kita perlu menyadari apa yang berada di mata kita sendiri: segala kekurangan dan kesalah kita sendiri. Setuju to pace Putra Lingkaran?? Ko mantap pace!!
Ko su tidur ka?? Sorry kalo sa ganggu ko pu kosentrasi untuk tidur. GBU  |