pengisian buku tamu   kembali ke Cenderawasih Pos Online   Report abuse

namaGelvin bay
tanggal22-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanTrimakasih pace Numbay, Pace burung urep sa katapelko, ko pu suara nanti jadi sterio dan tewas.


namaPutra Numbay
tanggal22-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanBuat sobat surip
Laksana urip yang merdu suaranya dan indah warna buluhnya, demikianlah engkau.
namun sayang selama engkau adalah urip maka engkau hanyalah burung. sesuka hatimu bolehlah anda mengecam dan semerdu suaramu bolehlah engkau bersiul. diatas kepandaianmu dan kegagahanmu anda berhak mengatakan kami hanya preman diluar negri, mungkin demikianlah kami ini. Tetapi satu hal yang kutahu bahwa Hanya saya dan sobat sobat saya yang akan bisa bangun Papua, selain itu omong kosong, apalagi mereka yang datang dari luar Papua. tiga puluh tahun mengabdi hidup diPapua sudah cukup mengajarkan kami bahwa hanya orang Papua yang bisa bangun Papua namun kita buth orang Papua yang bebas atau steril dari sistem Indonesia yang coruptor.


namasurip
tanggal22-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanKetika saya dan anda, kita berdiri menatap tanah Papua, jangan sekali-kali mengatakan diri orang Papua. Lihar banyak orang telah membantu kita untuk berdiri dan melawan pembodohan, pelecehan, dan pembunuhan yang terus terjadi. Mengapa kita tinggal diam, tahunya hanya mabuk dan cewek. Kalua orang lain suda kasi merdeka baru kamu baku rebut jabatan, orang Papua kamputahi. Begiti ungkapan seorang intelek Indonesia dalam sebuah pertemuan.
kenapa kamu hanya pasra meminta pemekaran, kalau mau membanun papua tidak harus kamu jadi pejabat. sebenarnya tidak dengan pemekaran saja bisa, justru pemekaran itu menghabiskan biaya. Atau siapa tahu kita yang minta pemekaran karena ingin dapat uang saku lebih banyak.
Kamu yang mengaku ada diluar negeri, apa pekerjaan kalian kalau tidak untuk memerdekakan Papua, tapi aneh apa yang di lakukan? justru menjadi preman sukses! smilie


namaRobby
tanggal22-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam buat om Cepos..., tong mau tanya neh, klo tong kasih masuk berita biasaya dalam janka wkt berapa lama baru bisa keluar, tlg dijawab sebab ada banyak tulisan yang harus dimasukan, semua hal ini sangat penting yg ada kaitanya dengan berbagai maslah yang sekarang ini dihadapi oleh torang pu TANAH PAPUA yg talalu manis itu...., ok itu sj salam buat semua pc nmc yg biasa masuk di forum ini...Bravo Om Cepo.... smilie smilie smilie

Robby n Febby, jatinangor Bandung....GBU All.. smilie smilie


namaGelvin bay
tanggal21-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanSalam hormat!
mantap skali pembahasan kalian saat ini.
sa dulu kuliah di Indo,karena ortu tidak mampu jadi sa tidak selesaikan kulia, Pemerintah juga cuma janji doang dg beasiswa buat saya, akhirnya sa putuskan utk bekerja, karna tidak punya ijasah sa jadi bawahan namun bagi saya no problema sa selalu tunjukan prestasih kerja, karna tidak ada tanda2 kehidupan dan selalu saja sakit hati di tempat kerja karna sa kerja masih lebih mampu dari atasan atasan saya yg cuman pendatang tapi kok mereka lebih di perhatikan. mungking karna sa hitam taralakukah jadi pemda papua tidak mau saya, padahal sa ingin bangun negri sa yang tercinta tapi.. biar sudah. pendek cerita skarang sa di Us dan kalau bisa tman teman komen yg terhormat putra numbay ,mark foosa,setan hitam sa ingin ketemu dang kalian ini sa pu alamat email < besnap06@yahoo.com > trimakasi kalian yg sudah meluangkan waktu utk membaca tulisan saya. salam merdeka dan semoga Tuhan memberkati Negri cendrawasih serta Anak-anaknya.


namaPutra Numbay
tanggal21-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanKalau menilai apa yang disampaikan saudara Roy_Bandung, sebenarnya sesuatu yang wajar dan sah sah saja. Tetapi kalau saya mau bilang sebenarnya banyak anak anak Papua yang notabene PNS dibiayai PEMDA untuk mabuk mabukan dan berfoya foya diJakarta, Jogja, Bandung, dan Makasar. Dana otsus miliaran rupiah memang berhasil dimanfaatkan untuk memudahkan orang Papua mendapat gelar dari UI, UGM, UNPAD, UNHAS, STPDN dan lain lain Universitas yang bekerja sama dengan PEMDA Papua. tetapi satu hal yang memprihatinkan bahwa mental para lulusan tersebut adalah mental gampang gampangan karena merekapun mendapat gelar gampang gampangan hanya dengan membeli. dan kalau kita coba memahami hal ini memang adalah system yang sengaja dibangun. mereka dikota besar. sebuah perubahan menuju papua baru hanya terpulang pada kesungguhan kita untuk mencintai dan membangun masyarakat bukan karena kepentingan politik. selama kepentingan politik yang menjadi target Bas- Alex untuk membangun Papua saya yakin Papua akan tidak mengalami kemajuan.


namaSetan Hitam
tanggal21-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanMr Foosa you're right,
that's fucking kili count, what's the important one if build a relation ship for nothing.

Fucking kili count bastard,

Cock
Setan Hitam smilie smilie smilie


namaMark Foosa
tanggal21-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanI agree with the Roy_Bandung Proposed but I don't know exactly what kind of behaviors of our Papuan students who study at STPDN.
I have some friends who actually deserve more attention from Papua government for what they’ve been struggled for their university continuance on their own. Ineffective programs that have been established need to be reviewed for Papua’s better life.


namaRoy_Bandung
tanggal20-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanPesan Buat k2 Bas n k2 Alex :
Syallom! k2 Bas klo boleh kerjasama antara PEMDA Papua dgn IPDN?STPDN Bandung dibatasi, klo boleh dikurangi jg, sbb pembiayaan DAPEN (Dana Pendidikan) mrk sangat besar dlm bunyi ratusan juta, sy katakan begini krn klo mau dilihat anak2 Papua yg tdk belajar di IPDN/STPDN sprti di pulau jawa & bali mrk juga mempunyai kompetensi yg cukup bahkan lebih baik dr anak2 yg ada di IPDN/STPDN, knp sy katakan demikian?, krn sebagian besar anak2 Papua yg ada di IPDN/STPDN itu hampir semua adalah pemabuk dan mempunyai moral yg kurang baik, coba k2 BAS bayangkan sekolah mrk sdh ditanggung oleh DEPDAGARI/PEMERINTAH, mulai dr mkn, tempat tinggal bahkan digaji pula,sampai pd lulusnya/wisudanya-pun PEMDA Papua hrs membayar sekian ratus juta utk DAPEN(Dana Pendidikan) mrk, mrk itu kan bisa dikatakan PNS yg disekolahkan, akan ttpi masalahnya ya itu td(atas_red), kemudian klo mau dilihat anak2 Papua yg ada di Universitas/Sekolah tinggi lainnya juga membutuhkan perhatian pemerintah yg sama, sy di sini sangat protes skali klo PEMDA Papua masih trs mlkukan program model ini, sy mau katakan bahwa anak2 Papua yg ada di IPDN/STPDN itu tdk selalu yg terbaik bagi Papua, sy sangat prihatin dgn anak2 yg di Universitas lainnya krn mrk btl2 tdk dimanjahkan oleh PEMDA, cobalah PEMDA Papua lebih bijak lagi krn ini semua-kan adlh aset2 Papua di masa akan dtg, klo IPDN itu kan hanya meluluskan yg di bidang pemerintahan, akan ttpi Universitas lain itu meluluskan banyak & lebih baik.


namaMark Foosa
tanggal20-08-06
Lokasiclick picture for more information
pesanIndonesia is democratic country in which all people have right of speech.


halaman 197 dari 543 << selanjutnya < 194 195 196 197 198 199 200 > terakhir >>