| tanggal | 27-11-06 |
| pesan | To:Dear All My few work experiences Work with white peoples are not put too much theories or argumentations because what they needs are results on the ground following the task description or documentations. Example I just got called by them this morning”kokoda do you interesting to come today for work?” and I said oooo sorry I have an important appointment with some one else but dont worry next time I would come. In this simple conversations were clear that yes or not . This people need field result no chest some one like a snake in the jungle. Something that I really honor them in work place are They never explain that I'm study here b4 and nananna and nenenene.....trada sama sekali yg dong biasa bicara adalah bgimana krj yg tepat akurat serta bermutu. Tak lupa klu sa umpan dorang u/ cerita2x OPM(papuan movements) sama dorang maka 2 atau 3 org dongpu semangat saja u/ bahas akan malah lbh panas dri ide2xnya sy.....su tau toooo mslh Papua bukan masalah baru mslh yg sdg membuat semua org di kawasan pacific niii gelisah2x krn Papua adlh bgn dri pacific ocean not melayu teritory.Dan jika suatu ketika meledak dg betul and sempurna berarti JUDAS2x Papua siap diamankan di Pulai khusus spt P.Nusa Kambangan....jgn bunuh dorang krn mereka adlh Manusia spt kami, biarlah mereka menikmati sisa hidup mereka on detention Island selama-lamanya. GBU Dear All Kokoda dipinggir kali |
| tanggal | 27-11-06 |
| Lokasi | |
| pesan | Sa lupa kasih sa su sumber: Nadell, Judith, John Langan, and Eliza A. Comodromos. _The Longman Reader_. 7th ed. New York: Person Longman, 2005. |
| tanggal | 26-11-06 |
| pesan | Mohon kepada pemerintah pusat untuk dapat dengan segera membagi Papua Tengah, Papua Selatan dan kalau bisa tambah Propinsi Jayawijaya, supaya kita bisa persiapkan provinsi² yang akan menjadi bagian dari negara Papua Barat. Untuk "M" (sudahlah jangan bermimpi kalau Papua itu bagian dari Indonesia) |
| tanggal | 25-11-06 |
| pesan | To : The real Indonesian.. pembagian papua jadi beberapa propinsi sebenarnya baik, kalau itu untuk alasan kemajuan pembangunan, sebenarnya adalah hal yang baik..cuma sayangnya dalam catatan dan pengamatan saya..pembentukan/pemecahan propinsi di indonesia sesungguhnya bukan karena alasan kemajuan pembangunan, tapi lebih pada alasan politik dan agama. contoh : maluku ( Kristen ) dan Maluku Utara ( Islam ) Sulawesi Utara (Kristen) dan Gorontalo (Islam) termasuk Papua dan IJB( yang pembentukannya sangat kontroversial,tidak sah dan memalukan). artinya bahwa ada niat busuk dan akal bulus mereka para penguasa. kalau sudah begini, apa mungkin kitong mau mengharap pemerataan pembangunan ? tra mungkin. Merdeka ? itu harapan kami, cepat atau lambat sa percaya...one day..akan tiba masa itu. biar bukan kitong yang rasa, anak cucu dan cicit..trapapa too..kitong akan bahagia di alam sana. Hidup Papua |