| Message | Saya senang sekali dengan keberadaan situs ini , saya adalah orang Bali , dan kebetulan sekali saya sekarang bekerja di daerah carrabian , dalam situs ini banyak dijelaskan keberadaan kita di dalam melaksanakan kehidupan , sebagaiman dijelaskan dalam Catur Marga. yang saya kurang setuju disini dijelaskan :" ada umat hindu di bali yang memiliki intelegensi dan kesadaran rohani tinggi tetapi di belenggu oleh tradisi beragama yang menoton dan feodalintis"dalam hal ini kenapa penulis membandingkan hindu di bali dengan hindu diluar bali , bukankah itu pikiran picik ,saya sebagai orang bali tidak merasa dibelenggu oleh tradisi , malah saya bangga lahir sebagai anak bali , yang memiliki tradisi dan budaya yang kuat, dalam hal ini tuhan yang maha esa tidak pernah membandingkan sesuatu yang jelek atau buruk , bagaikan matahari beliyau sangat adil , jangankan makanan enak , kotoran pun disinari oleh beliyau. Bagaimana atman kita tidak dibelenggu oleh pikiran, karena cara pikir kita yang picik , sebagaimana yang anda jelaskan dalam pengertian Sorga dan Neraka. Dalam hal ini , saya bukanlah orang yang pintar, tapi ijinkanlah saya me yadnya, mengingatkan keberadaan kita dalam menjalali kehidupan. terima kasih. :  |