Foi Moi!
Silahkan tulis ko punya pesan-pesan buat torang semua
penghuni channel Jayapura (yang paling andalan)
Ingat, zopank!
| Name | joko |
| Date | 2007-03-06 |
| Location |  |
| Message | Padahal, di sana terdapat hotel bintang lima di bawah jaringan Sheraton yang notabene milik Freeport sendiri. Sisi lain yang menarik dari pria berbadan subur yang rutin jalan pagi itu adalah tidak merokok dan tidak minum alkohol. Rumah pribadinya di Wamena (Jayawijaya) beserta mobil Hyundai abu-abu sudah dimiliki sejak menjadi ketua DPRD Yahukimo (sebelum menjadi bupati).
Rumah berlantai satu berpagar jeruji besi miliknya juga tak ada yang istimewa. Tidak seperti pejabat-pejabat umumnya, rumahnya hanya berisi dua pasang sofa biasa. Sementara anak-anaknya bersekolah di Jayapura. Di rumah dinas dia tidur dengan kipas angin, karena AC-nya rusak. Konsep pembangunan yang dicanangkan Pahabol untuk membangun daerahnya cukup sederhana.
Dia akan membuat 10 titik sentral untuk meningkatkan pembangunan atau pelayanan pemerintahan. Sepuluh titik yang dimaksud adalah Distrik Kurima, Ninia, Anggruk, Nalca, Silimo, Nepsan, Sela, Landak, Suru Suru, dan Distrik Seredala. "Di 10 titik ini nanti dibuka jaringan pelayanan pemerintahan terhadap masyarakat. Gaji para petugas juga akan dibayarkan di tempat mereka bertugas," ujarnya. Bukan hanya itu. Di sepuluh titik sentral itu juga dibuatkan lapangan terbang, meski hanya untuk mendaratkan pesawat Pilatus (bermuatan 8 orang) atau Twin Otter (bermuatan 16 orang).
"Jika selama ini hanya bisa didarati jenis Cessna, akan saya buka lagi lapangan terbang itu supaya bisa didarati minimal Twin Otter yang penumpangnya bisa 16 itu," katanya. |
| Name | joko |
| Date | 2007-03-06 |
| Location |  |
| Message | Mulai guru SD, kepala sekolah, hingga menjadi Kasubdin Kependudukan dan Tenaga Kerja, Kabupaten Jayawijaya. Untuk menjadikan kabupatennya tulang punggung perekonomian, bupati periode 2005-2010 itu sedang menyiapkan pembangunan bandara yang bisa didarati Boeing 737. Lalu, untuk transportasi sungai, Pahabol membangun Dermaga Log Pon. "Saya tidak mengkhayal.
Semua akan kami wujudkan bersama masyarakat Yahukimo," paparnya. Perpanjangan landasan pesawat sudah dimulai sejak tahun kemarin (2006). Bahkan saat ini, Bandara Dekai sudah bisa didarati tiga pesawat bersamaan Pesawat Kecil). Dan ini tidak terjadi pada hari-hari sebelumnya. Itu seperti yang dilihat Cenderawasih Pos, akhir pekan kemarin. Pesawat yang mendarat dan parkir berdampingan itu adalah dua pesawat AMA (Pilatus) dan satunya lagi adalah pesawat yang sedikit agak besar yakni Susi Air.
Kedatangan tiga pesawat secara bersamaan itu mengundang banyak masyarakat dan pejabat Pemkab umumnya. Tak pelak, mereka pun berbondong-bondong menyaksikannya. Dan masyarakat hanya bias menganggukkan kepala, di saat Bupati Yahukimo bersama Kapolres Yahukimo AKBP Daniel, berpose bersama di depan tiga pesawat itu. Ini menandakan, bahwa dari hari ke hari, pembangunan di Yahukimo terus mengalami peningkatan.
Selain itu, dengan makin ramainya penerbangan ke Yahukimo, berarti daerah itu cepat atau lambat akan semakin ramai dan maju. Kembali pada semangat Bupati Pahabol yang terus memperjuangkan pembangunan di Yahukimo. |
| Name | joko |
| Date | 2007-03-06 |
| Location |  |
| Message | Ones Pahabol, Orang Muda yang Pimpin Kabupaten Miskin di Papua
Prihatin, Tiap Belanja Warga Bayar Ongkos Rp 500 Ribu
Ones Pahabol, Bupati Yahukimo, salah satu kabupaten miskin di Papua, justru harus menggunakan pesawat terbang setiap "turba" ke masyarakat. Bukan karena hidup mewah, tapi tak ada jalan raya.
JOKO SUHENDRO, Jayapura
MENDENGAR kata Yahukimo, sebuah kabupaten di Provinsi Papua, yang terbayang bagi sebagian orang luar adalah kemiskinan. Infrastruktur jalan yang sangat terbatas, wilayah yang bergunung-gunung dengan ketinggian 100 sampai 3.500 meter, mengakibatkan daerah ini beberapa kali masuk kawasan rawan pangan. Namun, justru keterbatasan itulah yang menantang Ones Pahabol.
Sejak kecil putra daerah kelahiran Ninia, sebuah kampung di Yahukimo, ingin memimpin daerahnya. Dia bertekad mengubah nasib kampung halamannya yang namanya dulu hanya disebut jika ada bencana kelaparan dan wabah malaria itu. "Saya yakin Yahukimo akan menjadi sentra ekonomi semua kabupaten di Pegunungan Tengah Jayawijaya, Tolikara, dan Pegunungan Bintang," katanya kepada Cenderawasih Pos.
Meski usianya relatif muda, 36 tahun, Pahabol sudah kenyang pengalaman. Dia tahu betul repotnya hidup di daerah terpencil sehingga dulu sekolah pun berpindah-pindah. Suami Yuliana Kobak itu mengaku menamatkan bangku SD di Ninia pada 1984, SMP di Kurima, serta SMA di Wamena, Kabupaten Jayawijaya. Peraih gelar MM (magister manajemen) itu mengawali karir dari bawah. |